RIBUAN ANGGOTA BPPKB BANTEN PADATI STADION PAKAN SARI BOGOR.  "KETUM DAN SEKJEN MENDAPAT GELAR KEHORMATAN DARI SULTAN CIREBON "

RIBUAN ANGGOTA BPPKB BANTEN PADATI STADION PAKAN SARI BOGOR.   "KETUM DAN SEKJEN MENDAPAT GELAR KEHORMATAN DARI SULTAN CIREBON "

Pandeglang, Bppkbnewsbanten - Harlah ke-28 Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten diselenggarakan secara meriah di Lapangan / Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Acara ini dihadiri sekitar 30 ribuan anggota dari berbagai daerah untuk memperingati hari jadi organisasi kemasyarakatan tersebut. Ketua Umum BPPKB Abah H. Nur Indradjaja, SH dan Sekretaris Jenderal Abah H. TB. Endoh Sugriwa, yang mana dalam sambutannya Anggota diminta menjaga persatuan, mempererat tali silaturahmi antar-ormas, tetap satu komando, serta memegang teguh moto "Berjuang, Beramal, dan Berakhlakul Karimah".

Selain itu adanya Penganugerahan gelar kehormatan dari keluarga Kasultanan Cirebon kepada dua pimpinan tertingi BPPKB.

Pangeran Kuda Putih Hadir dan Berikan Gelar Kehormatan. Salah satu momen istimewa dalam Milad ke-28 BPPKB 98 adalah kehadiran tokoh dari Kasultanan Cirebon, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, yang dikenal sebagai Pangeran Kuda Putih.

Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja memberikan gelar kehormatan sebagai anggota kehormatan keluarga Kasultanan Cirebon kepada dua pimpinan tertingi BPPKB Banten 98.

Gelar kehormatan diberikan kepada Ketua Umum BPPKB 98, Abah H. Nur Indradjaja, SH dan Sekretaris Jenderal BPPKB 98, Abah H. TB. Endoh Sugriwa.

Pemberian gelar tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam Milad ke-28 sekaligus memperkuat nuansa silaturahmi dan budaya dalam kegiatan yang dihadiri keluarga besar BPPKB Banten 98 dari berbagai wilayah.

BPPKB Banten 98 Tegaskan Komitmen Sosial bahwa BPPKB 98 didirikan oleh sejumlah tokoh, di antaranya Abah H Dudung Sugriwa, Abah Ondi, Abah Uhat, Abah Atta, Abah Oyim dan Abah Endoh.

Dalam perjalanannya, BPPKB Banten 98 membawa semangat persaudaraan dan kepedulian sosial serta mendorong organisasi untuk dapat berperan sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat.

BPPKB 98 juga menyatakan komitmennya untuk menerima pengaduan masyarakat dan membantu masyarakat yang membutuhkan dengan tetap mengedepankan norma hukum serta nilai-nilai Pancasila.

Dalam momentum Milad ke-28, seluruh jajaran di berbagai daerah kembali menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang dapat memecah belah organisasi.

Rangkaian kegiatan Milad ke-28 BPPKB 98 di Lapangan Pakansari juga dimeriahkan berbagai pertunjukan seni dan budaya tradisional.

Sejumlah DPC dan DPAC BPPKB 98 menampilkan pencak silat dan debus sebagai bagian dari rangkaian acara. Pertunjukan tersebut turut disaksikan masyarakat yang hadir di lokasi.

Selain menjadi hiburan, penampilan seni tradisional tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat.