Adanya Nama Ormas dan Logo yang sama Menyebabkan Kerugian hingga Konflik sosial, DPC BPPKB Pandeglang Minta Kemenkumham Lakukan Evaluasi

Adanya Nama Ormas dan Logo yang sama  Menyebabkan Kerugian hingga Konflik sosial, DPC BPPKB Pandeglang Minta Kemenkumham Lakukan Evaluasi

Pandeglang, Bppkbnewsbanten – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten (BPPKB) Kabupaten Pandeglang menyoroti munculnya organisasi lain yang dinilai memiliki kesamaan nama maupun logo dengan BPPKB. Kondisi tersebut disebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat hingga memicu gesekan antara anggota di sejumlah wilayah.

Ketua DPC BPPKB Kabupaten Pandeglang, Akhmad Khotib, SE, menyampaikan bahwa persoalan tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat bersama pengurus dan para Ketua DPAC se-Kabupaten Pandeglang yang digelar di Sekretariat DPC BPPKB, Kecamatan Mandalawangi pada tanggal 29 Juli 2026.

Menurut Khotib, keberadaan organisasi yang menggunakan identitas yang dinilai memiliki kemiripan dengan BPPKB perlu menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM, agar tidak menimbulkan konflik horizontal di tengah masyarakat.

"Adanya kesamaan logo dan nama BPPKB kami nilai sebagai bentuk keteledoran oknum pejabat di Kementerian Hukum dan HAM. Dampaknya sudah mulai dirasakan di lapangan dan berpotensi menimbulkan konflik antaranggota organisasi," ujar Khotib. jumat (30/7/2026).

Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, telah terjadi gesekan di beberapa wilayah yang diduga dipicu oleh persoalan tersebut.

"Pada 27 Juli 2026 terjadi gesekan di Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang. Kemudian pada 28 Juli terjadi kembali di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Bahkan situasi serupa bisa berpotensi kembali terjadi diwilayah lain akibat dugaan provokasi dan pencemaran nama baik terhadap BPPKB," katanya.

Khotib menegaskan bahwa BPPKB Banten merupakan organisasi kemasyarakatan yang berdiri sejak 6 Juli 1998, didirikan oleh H. Noer Indra Djaja, SH dan Tb. Dudung Sugriwa sebagai wadah pembinaan potensi masyarakat Banten.

Menurutnya, selama lebih dari dua dekade BPPKB telah menjalankan fungsi sosial, pemberdayaan masyarakat, serta menjaga persatuan melalui prinsip organisasi yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

"BPPKB memiliki sejarah yang panjang dan telah dikenal masyarakat Banten. Karena itu kami berharap seluruh pihak dapat menghormati identitas organisasi yang telah ada sejak 1998," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, DPC BPPKB Kabupaten Pandeglang juga membahas penguatan administrasi organisasi, konsolidasi kepengurusan di tingkat DPAC dan DPRT, serta persiapan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Meski demikian, Khotib mengimbau seluruh anggota BPPKB agar tetap menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh berbagai provokasi.

"Kami mengajak seluruh anggota tetap menjaga kondusivitas, tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum, serta menyerahkan persoalan ini kepada mekanisme hukum dan pemerintah yang berwenang," tegasnya.

Sementara Ketua Dpac Bppkb Cisata, TB Daman mengatakan, akibat adanya kesamaan nama dan Logo Bppkb masyarat bahkan aparat penegak hukum menjadi bingung,  narasi - narasi sesatpun terjadi dilapangan, tidak sedikit anggota Bppkb Banten yang pindah ke Bppkb Hds akibat adanya info sesat bahwa BPPKB Banten seakan dibubarkan dan diganti dengan BPPKB baru, inilah yang menjadi konflik dilapangan, bahkan kalau kami tidak menanggapi dengan dewasa, konflik bisa akan terus terjadi akibat kesalahfahaman akibat adanya nama dan logo yang hampir sama.

Hingga berita ini diterbitkan, bungas banten belum memperoleh keterangan dari pihak organisasi lain yang disebut memiliki kemiripan nama maupun logo dengan BPPKB terkait pernyataan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi apabila terdapat pihak yang ingin memberikan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. @red